Minggu, 28 Juli 2019

KEWIRAUSAHAAN

KEWIRAUSAHAAN






Dosen Pengampuh : I Nyoman Budiono, M.M.
Oleh Kelompok I
Muhammad Shikri
Fitrah
R.H. Muh. Ridwan


JURUSAN MANAJEMEN ZAKAT DAN WAKAF
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PAREPARE
TAHUN 2019


Daftar isi
I.     PENDAHULUAN.. 3
1.1.     Latar Belakang. 3
1.2.     Rumusan Masalah. 4
1.3.     Tujuan. 4
II.   PEMBAHASAN.. 5
2.1.     Sejarah Kewirausahaan. 5
2.2.     Alasan berwirausaha. 9
2.3.     Karakteristik Wirausaha. 11
2.4.     Kewirausahaan sebagai mata pencaharian utama. 13
2.5.     Kewirausahaan sebagai usaha sampingan. 14
2.6.     Proses Menjadi Seoraang Wirausaha. 15
2.7.     Faktor-faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha. 18
III.      KESIMPULAN.. 24
3.1.     Kesimpulan. 24
DAFTAR PUSTAKA.. 25




                                        I.               PENDAHULUAN

1.1.            Latar Belakang

Wirausaha merupakan suatu proses atau cara untuk melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara memproduksi, menjual atau menyewakan suatu produk barang atau jasa. Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang dalam bidang perekonomiannya. Pembangunan ekonomi negara Indonesia di masa yang akan datang, sangatlah ditentukan dari peran yang maksimal dari para wirausahawannya. Seorang wirausaha berperan secara internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat ketergantungan orang lain, meningkatkan kepercayaan diri serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal seorang wirausaha berperan dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi para pencari kerja. Untuk itu, peran seorang wirausaha sangat dibutuhkan sekali untuk membantu mengangkat perekonomian Negara.
Dewasa ini banyak sekali perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia, sementara rakyat Indonesia sebagai pekerja di perusahaa tersebut. Misalnya saja perusahaan Caltex dari Amerika Serikat yang bergerak dibidang pengeboran minyak, perusahaan handphone seperti Sony, Samsung, Siemen yang berasal dari Jepang, Korea Selatan dan Perancis, perusahaan motor seperti Honda yang berasal dari Jepang, serta perusahaaan-perusahaan asing lainnya. Dengan berdirinya perusahaan-perusahaan asing di Indonesia membuat rakyat Indonesia sendiri mengalami kerugian dimana rakyat Indonesia tidak dapat menikmati hasil alam dengan sepenuhnya dan tidak bisa mengelola hasil alam alam dengan mandiri. Hal ini membuktikan bahwa rakyat Indonesia masih belum mampu menjadi seorang wirausaha dan membantu membangun negeri.
Namun tidaklah mudah menjadi seorang wirausaha yang sukses gemilang. Banyak sekali tantangan dan rintangan yang harus dihadapi oleh seorang wirausaha, terlebih lagi untuk seorang wirausaha pemula. Para wirausahawan harus memiliki banyak ide dan berani berkreasi agar produk yang dihasilkan bisa terjual maksimal.

1.2.            Rumusan Masalah

1.2.1.       Bagaimanakah sejarah, inti dan hakikat dari kewirausahawan ?
1.2.2.       Apa alasan berwirausaha ?
1.2.3.       Bagaimana karakteristik wirausaha ?
1.2.4.       Apa yang menjadikan kewirausahaan sebagai mata pencaharian utama ?
1.2.5.       Apa alasan Kewirausahaan sebagai kegiatan sampingan ?
1.2.6.       Bagaimana proses menjadi seorang wirausaha ?
1.2.7.       Apa saja faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan berwirausaha ?

1.3.            Tujuan

1.3.1.      Mengetahui sejarah, inti, serta pengertian hakikat dari kewirausahawan
1.3.2.      Mengetahui alasan berwirausaha
1.3.3.      Mengetahui karakteristik wirausaha
1.3.4.      Kewirausahaan sebagai mata pencaharian utama
1.3.5.      Kewirausahaan sebagai kegiatan sampingan
1.3.6.      Mengetahui proses menjadi seorang wirausaha
1.3.7.      Mengetahui faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan berwirausaha



                                            II. PEMBAHASAN

2.1.            Sejarah Kewirausahaan

Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16, sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer.
 Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
2.1.1.      Inti Dan Hakikat Kewirausahaan
Kewirausahaan (Entrepreneurship) atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.  Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment).
Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
2.1.2.      Arti penting kewirausahaan
Mengapa kewirausahaan itu penting bagi setiap seseorang ?
Hidup di dunia dihadapkan pada permasalahan pemenuhan kebutuhan baik itu kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, maupun rekreasi dan lain – lain. Dalam memenuhi kebutuhannya manusia harus memiliki uang. Uang diperoleh ketika seseorang melakukan kerja, baik bekerja pada usaha milik orang lain ataupun bekerja pada usaha miliknya sendiri. Bekerja pada usaha milik orang lain disebut dengan karyawan atau pegawai sedangkan bekerja pada usaha milik sendiri disebut dengan wirausaha.
Beberapa realita yang menunjukkan pentingnya kewirausahaan bagi setiap orang adalah sebagai berikut:
2.1.2.1.Seseorang yang bercita-cita menjadi karyawan tetapi kenyataannya tidak mendapatkan pekerjaan, dengan sangat terpaksa harus melakukan kegiatan wirausaha guna memenuhi kebutuhan.
2.1.2.2.Karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) ketika ekonomi sedang sulit dan tidak lagi mendapatkan pekerjaan, tentu harus melakukan kegiatan wirausaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
2.1.2.3.Ada kecenderungan dari karyawan yang telah pensiun akan melakukan kegiatan wirausaha untuk mengisi sisa hidupnya sekaligus memperoleh penghasilan.
Dari uraian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan wirausaha menjadi penting bagi setiap orang. Pengetahuan kewirausahaan harus dimiliki oleh setiap orang, baik dia bekerja sebagai karyawan apalagi yang menjadikan wirausaha sebagai pilihan hidupnya.
2.1.3.      Pengertian Kewirausahaan
Menurut Peggy A. Lambing & Charles R. Kuehl dalam buku Entrepreneurship (1999), kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif yang membangun suatu value dari yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati oleh orang banyak. Ada enam hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13) :
2.1.3.1.Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Ahad Sanusi,1994).
2.1.3.2.Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda ( Drucker,1959).
2.1.3.3.Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer,1996).
2.1.3.4.Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha dan mengembangkan usaha ( Soeharto Prawiro,1997).
2.1.3.5.Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru dan sesuatu yang berbeda yang bermanfaat member nilai lebih.
2.1.3.6.Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan baru kepada konsumen.
2.1.4.      Peranan Kewirausahaan
Peranan wirausaha sangat penting dan menentukan masa depan bangsa dan negara. Secara umum, wirausaha sangat diperlukan untuk memperkuat perekonomian Indonesia. Seorang wirausaha berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal, seorang wirausaha berperan dalam menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja oleh kesempatan kerja yang disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat pengangguran secara nasional menjadi berkurang.
Menurunnya tingkat pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Selain itu, berdampak pula terhadap menurunnya tingkat kriminalitas yang biasanya ditimbulkan oleh karena tingginya pengangguran.
2.1.4.1.Peranan dari wirausaha antara lain sebagai berikut:
2.1.4.1.1.   Sebagai salah satu jalan keluar untuk memecahkan masalah ketenagakerjaan (mengurangi pengangguran).
2.1.4.1.2.   Turut membangun perekonomian nasional dengan tidak membebani pemerintah dan masyarakat.
2.1.4.1.3.   Meningkatkan pendapatan masyarakat.
2.1.4.1.4.   Meningkatkan produktivitas faktor-faktor produksi.
2.1.4.1.5.   Wirausaha berusaha memajukan perekonomian bangsa dan negara.
2.1.4.1.6.   Wirausaha berusaha memperkecil sifat ketergantungan terhadap bantuan luar negeri.
2.1.4.1.7.   Wirausaha berusaha memenuhi segala macam kebutuhan masyarakat terhadap produk dan adanya jasa.
2.1.4.1.8.   Menciptakan lapangan kerja
2.1.4.1.9.   Mengurangi pengangguran
2.1.4.1.10.  Meningkatkan pendapatan masyarakat
2.1.4.1.11.  Mengombinasikan faktor–faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian)
2.1.4.1.12.  Meningkatkan produktivitas nasional

2.2.            Alasan berwirausaha

2.2.1.      Meiliki kebebasan dan kemandirian
Kebanyakan orang yang memilih profesi sebagai wirausaha, ketika kita hanya meilih profesi sebagai wirausaha, ketika kita tanya alasan memilih menjadi seorang wirausaha daripada karyawan/pegawai maka jawaban yang adalah karena ingin mendapatkan kebebasan dan tidak ingin terikat oleh aturan-aturan ataupun perintah dari atasan.
2.2.2.      Potensi pendapatan yang tidak terbatas
Dengan penghasilan yang dibatasi bila menjadi seorang karyawan/pegawai, akan tetapi ia memiliki keinginan untuk mendapatkan penghasilan yang sebesar-besarnya dan keinginan tersebut hanya bisa dicapai dengan jalan melakukan kegiatan wirausaha.
2.2.3.      Dapat menciptakan lapangan kerja
Ada orang berfikir dengan mencari pekerjaan sebagai pegawai atau karyawan untuk memenuhi kebutuhannya dan ada juga orang yang berfikir bagaiamana caranya agar menciptakan lapangan kerja bagi orang disekitarnya. Alasan menciptakan lapangan kerja yakni dapat mendorong seseorang lebih memilih berwirausaha daripada bekerja sebagai pegawai.
2.2.4.      Keadaan terdesak
Pilihan dalam menghasilkan uang untuk memenhi kebutuhan hidup cuman ada dua yaitu bekerja sebagai pegawai/karyawan atau bekerja pada usaha miliknya sendiri atau yang disebut dengan wirausaha. Orang yang bekerja sebagai pegawai atau karyawan lambat laun tentu akan mengalami masalah financial dimana memiliki banyak kebutuhan tetapi tidak memiliki sumber penghasilan. Pada akhirnya wirausaha adalah alternatif terakhir yang mau ataupun tidak mau harus dilakukan dalam rangka mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
2.2.5.      Memiliki waktu luang
Pada sebagian orang yang memilih berwirausaha, keleluasan waktu menjadi salah satu alasan disamping alasan lainnya.

2.3.            Karakteristik Wirausaha

Menurut Mc Graith & Mac Milan (2000), ada tujuh karakter dasar yang perlu dimiliki setiap calon wirausaha. Ketujuh karakter tersebut adalah sebagai berikut.
2.3.1.      Action Oriented.
Seorang entrepreneur selalu ingin segera bertindak, sekalipun situasinya tidak pasti (uncertain). Prinsip yang mereka anut adalah see and do. Bagi mereka, resiko bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi dan ditaklukkan dengan tindakan dan kelihaian.
2.3.2.      Berpikir simpel.
Sekalipun dunia telah berubah menjadi sangat kompleks, mereka selalu belajar menyederhanakannya. Dan sekalipun berilmu tinggi, mereka bukanlah manusia teknis yang ribet dan menghendaki pekerjaan yang kompleks. Mereka melihat persoalan dengan jernih dan menyelesaikan masalah satu demi satu secara bertahap.
2.3.3.      Mereka selalu mencari peluang-peluang baru.
Apakah itu peluang usaha yang benar-benar baru, atau peluang dari usaha yang sama. Untuk usaha-usaha yang baru, mereka selalu mau belajar yang baru, membentuk jaringan dari bawah dan menambah landscape atau scope usahanya. Sedangkan dalam usaha yang sama, mereka selalu tekun mencari alternatif-alternatif baru, seperti model, desain, platform, bahan baku, energi, kemasan, dan struktur biaya produksi. Mereka meraih keuntungan bukan hanya dari bisnis atau produk baru, melainkan juga dengan cara-cara baru.
2.3.4.       Mengejar peluang dengan disiplin tinggi.
Seorang wirausaha bukan hanya awas, memiliki mata yang tajam dalam melihat peluang, atau memiliki penciuman yang kuat terhadap keberadaan peluang itu, tetapi mereka bergerak ke arah itu. Peluang bukan hanya dicari, diciptakan, dibuka, dan diperjelas. Karena wirausaha melakukan investasi dsn menanggung resiko, maka seorang wirausaha harus memiliki disiplin yang tinggi. Wirausah-wirausaha yang sukses bukanlah pemalas atau penunda pekerjaan. Mereka ingin pekerjaannya beres, dan apa yang dipikirkan dapat dikerjakan segera.
Mereka bertarung dengan waktu karena peluang selslu berhubungan dengan waktu. Apa yang menjadi peluang pada suatu waktu, belum tentu masih menjadi peluang di lain waktu. Sekali kesempatan itu hilang, belum tentu akan kembali lagi. Setiap gagasan brilliant dan inovasi biasanya harus dibangun dari bawah dan disusun seluruh mata rantai nilainya (value chain).
2.3.5.      Hanya mengambil peluang yang terbaik.
Cara penilaian peluang tersebut ada pada nilai-nilai ekonomis yang terkandung didalamnya, masa depan yang lebih cerah, kemampuan menunjukkan prestasi, dan perubahan yang dihasilkan. Semua itu biasanya dikaitkan dengan "rasa suka" terhadap objek usaha atau kepercayaan bahwa dia "mampu" merealisasikannya. Pada akhirnya, sukses yang diraih setiap orang ditentukan oleh keberhasilan orang itu dalam memilih.
2.3.6.      Fokus pada eksekusi.
Wirausaha bukanlah orang yang bergulat dengan pikiran, merenung atau menguji hipotesis, melainkan orang yang fokus pada eksekusi. Mereka tidak mau berhenti pada eksploitasi pikiran atau berputar-putar dalam pikiran penuh keraguan. "Manusia dengan entrepreneur mindset mengeksekusi, yaitu melakukan tindakan dan merealisasikan yang dipikirkan daripada menganalisa ide-ide baru sampai mati" (McGraith dan Mac Millan,2000,hlm.3). Mereka juga adaptif 13 terhadap situadi, yaitu mudah menyesuaikan diri dengan fakta-fakta baru atau kesulitan di lapangan.
2.3.7.      Memfokuskan energi setiap orang pada bisnis yang digeluti.
Seorang wirausaha tidak bekerja sendirian. Dia menggunakan tangan dan pikiran setiap orang, baik dari dalam maupun luar perusahaannya. Mereka membangun jaringan daripada melakukan impiannya sendiri. Ibarat seorang orkestraktor atu dirigen musik, dia mengumpulkan pemusik-pemusik yang ahli dalam memainkan instrumen-instrumen yang berbeda-beda untuk menghasilkan nada-nada musik yang disukai penonton. Untuk itu, dia harus memiliki kemampuan mengumpulkan orang, membangun jaringan, memimpin, menyatukan gerak, memotivasi, dan berkomunikasi.
2.3.8.      Melibatkan sang khalik (Pencipta) dalam setiap langkahnya.
Segala sesuatu di dunia ini terjadi atas kehendak sang khalik, untuk itu sikap berserah diri kepada-Nya setelah melakukan segala upaya dapat menjadikan kendali dan petunjuk terhadap segala ambisi dalam mengembangkan usaha.

2.4.            Kewirausahaan sebagai mata pencaharian utama

Strategi dalam menjalankan kegiatan wirausaha sebagai sumber utama mata pencaharian antara lain: fokus, memliki wawasan yang jauh kedepan, melakukan proteksi atas segala resiko yang mungkin timbul, serta bergabung dalam komunitas bisnis.
2.4.1.      Fokus
Seorang wirausaha yang benar-benar menjadikan bisnisnya sebagai sumber mata pencaharian utama maka harus fokus pada usaha yang dijalaninya. Kegiatan wirausaha harus mendapatkan perhatian yang serius dan tidak boleh dianggap sepele.
2.4.2.      Memiliki wawasan yang jauh kedepan
Pandangan yang jauh kedepan dan melihat seperti apa kedepannya usaha yang dilakukan saat ini dapat menjadi inspirasi keberhasilan.
2.4.3.      Melakukan proteksi atas resiko-resiko
Setiap usaha yang dijalankan pasti memiliki resiko-resiko yang mungkin saja timbul. Resiko-resiko tersebut wajib diidentifikasi dan dilakukan proteksi. Beberapa resiko yang mungkin timbul antara lain adalah resiko kesalahan administratif, resiko pencurian, resiko kebakaran, musibah bencana alam dan lain-lain.
2.4.4.      Bergabung dalam komunitas bisnis
Bergabung dalam komunitas bisnis usaha yang dijalani memberikan banyak manfaat antara lain memperoleh pengalaman dari wirausaha lainnya, berpeluang terjalin kerjasama antara sesama wirausaha, kesempatan mengetahui perkembangan teknologi terkait usaha yang dijalaninya, dan lain-lain.

2.5.            Kewirausahaan sebagai usaha sampingan

Beberapa strategi dalam menjalankan usaha sampingan agar sukses diantaranya adalah pandai mengatur waktu, harus memiliki semangat dalam menjalankan usahanya, dapat memberikan delegasi wewenang pada orang yang tepat serta bergabung dalam komunitas bisnis.
2.5.1.      Pandai mengatur waktu untuk memantau bisnis sampingan
Bagi seorang karyawan yang bekerja mulai dari hari senin sampai jum’at dapat mengatur waktunya untuk menjalankan bisnis sampingannya di hari sabtu atau minggu.
2.5.2.      Memiliki semangat dalam menjalankan usaha sampingan
Bisnis sampingan banyak yang tutup dan mati dikarenakan usaha tersebut dilaksanakan setengah-setengah.
2.5.3.      Dapat memberikan delegasi wewenang kepada orang yang bisa dipercaya
Delegasi wewenang atau pelimpahan sebagian atau keseluruhan wewenang perlu dilakukan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan.
2.5.4.      Bergabung dalam komunitas bisnis
Bergabung dalam komunitas bisnis dapat memberikan kita banyak informasi mengenai bisnis yang sedang dijalanai serta membentuk jaringan bisnis yang saling menguntungkan sesama anggota komunitas.

2.6.            Proses Menjadi Seoraang Wirausaha

Menurut Srie Sulastri (2008) pengembangan kewirausahaan di awali dari proses sebagai berikut :
2.6.1.      Proses Inovasi
Faktor yang mendorong terjadinya inovasi,yaitu keinginan berprestasi, adanya sifat penasaran, keinginan menanggung resiko, dan pengalaman
2.6.2.      Proses Pemicu
Faktor yang mendorong seseorang terjun ke dunia bisnis yaitu adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang ada, terjadinya pemutusan hubungan kerja,keberanian menanggung resiko, dan komitmen yang tinggi terhadap bisnis
2.6.2.1.Proses Pelaksanaan
Faktor yang mendorong pelaksanaan dari sebuah bisnis yaitu kesiapan mental wirausaha secara total, adanya manager sebagai pelaksana kegiatan, dan adanya visi jauh kedepan untuk mencapai keberhasilan.
2.6.2.2.Proses Pertumbuhan
Proses pertumbuhan didorong faktor organisasi, yaitu adanya tim yang kompak dalam menjalankan usaha, adanya strategi yang mantap, adanya struktur dan budaya organisasi yang baik dan adanya produk yang menjadi unggulan.
Memulai sebuah usaha sendiri untuk sebagian orang memang tidaklah mudah. Banyak sekali para wirausaha pemula yang mengalami banyak kegagalan dan kerugian pada usaha pertamanya, namun janganlah takut akan kegagalan ketika baru saja memulai usaha. Yang terpenting dalam memulai usaha adalah rasa percaya diri dan teruslah untuk bermimpi. Menjadi seorang wirausaha tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak hal-hal yang harus dipikirkan terlebih dahulu agar usaha yang dijalankan sesuai dengan apa yang diharapkan. Hal-hal yang harus dipikirkan sebagai seorang wirausaha pemula adalah:
2.6.2.3.Produk yang akan dijual
Seorang wirausaha pemula harus tau dan mengerti kemampuan atau skill yang dimiliki, sebelum memulai usahanya wirausahawan harus menggali terlebih dahulu kemampuan yang ada dalam diri mereka, sehingga ketika akan memulai suatu usaha mereka mampu membuat suatu produk yang sesuai dengan kemampuan dan kreativitasnya masing-masing. Hal yang perlu diingat pula adalah apakah produk yang akan dijual sesuai dengan keadaan lingkungan dan minat para konsumen.
2.6.2.4.Modal usaha
Bagi seorang wirausaha pemula, dibutuhkan modal yang berupa uang dimana modal tersebut cukup untuk memulai usahanya. Modal dapat diperoleh dari hasil tabungan yang dimiliki, berinvestasi atau meminjam modal dari bank atau keluarga. Akan tetapi modal yang dikeluarkan janganlah terlalu besar karena belum tentu usaha yang dijalankan akan sesuai dengan apa yang diharapkan.
2.6.2.5.Mitra bisnis yang dapat dipercaya
Mitra bisnis sangat diperlukan bagi seorang pemula apabila masih pertama kali memulai usaha. Mitra bisnis haruslah yang dapat dipercaya dan dapat membimbing untuk membantu konsultasi dan membantu memasarkan produk yang akan dijual. Kesimpulannya, mitra bisnis akan membantu memasarkan produk dan mengetahui diterima atau tidaknya produk yang dihasilkan.
2.6.2.6.Tempat usaha
Setelah produk, modal dan mitra bisnis sudah tercapai para pemula harus mengetahui dimana produk tersebut akan dipasarkan. Mencari tempat yang strstegis dimana konsumen dapat dengan mudah menemukan produk tersebut. Misalnya, dirumah apabila rumah tersebut berada didekat jalan raya, atau dapat menyewa toko yang terletak di keramaian kota atau bisa juga dengan menjual online atau Online Shop.
2.6.2.7.Laba dan rugi
Apabila kegiatan 1 sampai 4 terpenuhi, sekarang bagaimana para pemula mengatur strategi bagaimana mencari laba agar produk bisa laku terjual. Hal pertama yang bisa dilakukan bagi seorang pemula ialah menjual produk dengan harga murah yaitu menjual produk diatas bahan baku produk tetapi tidak terlalu mahal. Apabila banyak peminatnya, maka harga produk bisa dinaikkan secara signifikan dan meningkatkan kualitas barang dengan sedikit memberi polesan pada produk tersebut.
Setelah mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan untuk memulai sebuah usaha, hendaknya seorang wirausaha pemula memiliki kunci sukses untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses. Kiat-kiat yang harus dilakukan antara lain:
2.6.2.8.Semangat dan kerja keras
Dalam berwirausaha, semangat dan kerja keras adalah hal penting yang harus dimiliki setiap pemula untuk membangun dan mengembangkan sebuah usaha. Salah satu penyebab kegagalan usaha adalah tidak terpeliharanya semangat dan kerjakeras untuk memajukan usaha. Sehingga, pada saat timbul masalah seperti planning yang tidak sesuai dengan harapan maka akan timbul keputusasaan.
2.6.2.9.Memiliki rasa kepercayaan diri yang tinggi
Banyak orang yang secara ilmu pengetahuan kurang pandai namun mereka sukses dalam berwirausaha karena mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk maju dan sukses, sehingga persoalan apapun bisa dihadapi dengan rasa percaya diri. Kepercayaan diri adalah modal penting dalam memajukan usaha. Jika pemilik usaha tidak percaya diri dengan usaha yang mereka jalani maka klien atau calon konsumen pun tidak akan percaya dengan bisnis yang Anda jalankan.
2.6.2.10.  Berfikir kreatif juga inovatif
Untuk memajukan sebuah usaha, pelaku bisnis membutuhkan adanya inovasi, untuk itu berfikir kreatif untuk memajukan usaha sangatlah diperlukan agar para konsumen tidak bosan untuk membeli produk tersebut.
2.6.2.11.  Berani mengambil resiko
Setiap usaha atau bisnis selalu memiliki resiko yaitu rugi. Untuk bisa maju dalam berwirausaha maka sebagai pelaku bisnis harus berani mengambil resiko. Besar kecilnya resiko yang dihadapi tergantung pada besar kecilnya usaha yang dijalankan. Resiko yang diambil tentu saja bukan tanpa alasan tetapi harus dengan pemikiran yang matang dengan berbagai alasan serta pertimbangan yang jelas.
2.6.2.12.  Memiliki kepribadian yang jujur
Menjadi seorang wirausah haruslah memiliki sifat kejujuran dimana para konsumen akan terus mempercayai produk yang dijual. Sifat jujur sangat penting dalam proses berwirausaha unuk terciptanya proses wirausaha yang baik dan semakin meningkat kemajuannya.

2.7.            Faktor-faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha

Menurut Hendro ( 2011 : 47-50 ) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha berhasil adalah :
2.7.1.      Faktor Peluang
Peluang merupakan faktor penentu keberhasilan wirausaha yang pertama. Ada banyak peluang emas, tetapi belum tentu cocok dengan kita, karena peluang emas itu harus ada keselarasan, keserasian dan keharmonisan antara pribadi pengusaha, bisnis, pasar, kondisi, situasi, dan perilaku pasar sehingga kita dapat menentukan peluang emas yang cocok dengan diri kita sendiri.
2.7.2.      Faktor SDM
2.7.3.      Faktor Keuangan
Hindari berpikir bahwa bisnis tanpa keuangan/ arus kas yang lancar itu bisa berhasil. Arus kas itu bagaikan alirand arah dalam tubuh manusia. Bila arus kas tidak mengalir maka bisnis akan berhenti dan mati. Jadi, faktor keuangan adalah salah satu faktor keberhasilan wirausaha. Contohnya :
2.7.3.1.      Pengendalian biaya dan anggaran.
2.7.3.2.      Pencairan dana modal kerja, dana investasi, dan dana lainnya.
2.7.3.3.      Perencanaan dan penetapan harga produk, perincian biaya, dan laba rugi.
2.7.3.4.      Perhitungan rasio keuangan sehingga rasio keuangan bisa dikendalikan dengan baik, seperti rasio kecukupan modal, rasio likuiditas dan rasio hutang vs modal.
2.7.3.5.      Struktur biaya seperti margin (batas) kontribusi, laba berbanding penjualan, dan biaya berbanding penjualan.
2.7.4.      Faktor Organisasional
Organisasi usaha sebainya tidak statis, tetapi dinamis, kreatif, dan berwawasan ke depan. Organisasi sangat penting untuk seorang pengusaha dan juga karyawannya. Organisasi akan menentukan dan menjadi faktor keberhasilan usaha jika :
2.7.4.1.Ada jalur komunikasi yang jelas antara karyawan dengan atasan.
2.7.4.2.Sistem pertanggungjawabannya jelas.
2.7.4.3.Deskripsi pekerjaannya jelas.
2.7.4.4.Hubungan yang tegas antarkaryawan
2.7.4.5.Karyawan mengetahui tugasnya masing-masing.
2.7.4.6.Ada keteraturan dalam bekerja.
2.7.5.      Faktor Perencanaan
Bekerja tanpa rencana berarti berjalan tanpa tujuan yang jelas. Jadi, dapat dipastikan bahwa rencana adalah faktor kesuksesan usaha. Contohnya :
2.7.5.1.Perencanaan visi, misi, strategi jangkan pendek, dan strategi jangka panjang.
2.7.5.2.Perencanaan operasional dan program-program pemasaran.
2.7.5.3.Perencanaan produk.
2.7.5.4.Perencanaan informasi teknologi.
2.7.5.5.Perencanaan pendistribusian produk.
2.7.5.6.Perencanaan jumlah produk yang akan dijual.
2.7.6.      Faktor Pengelolaan usaha
Pentingnya pengelolaan usaha adalah sebagai berikut :
2.7.6.1.Menyusun organisasi
2.7.6.2.Mengelola sumber daya alam
2.7.6.3.Mengelola asset
2.7.6.4.Membuat jadwal usaha dan kegiatan
2.7.6.5.Menetapkan jumlah tenaga kerja
2.7.6.6.Mengatur distribusi barang
2.7.6.7.Mengendalikan persediaan barang
2.7.6.8.Mengendalikan mutu produk
2.7.7.      Faktor Pemasaran dan Penjualan
Pemasaran dan penjualan adalah lokomotif bagi divisi atau bagian lainnya seperti keuangan, personalia, produksi, distribusi, logistik, dan pembelian. Faktor pemasaran dan penjualan sangat penting bagi kelancaran usaha. Banyak usaha yang gagal karena hanya mementingkan bagiannya saja dan lupa bahwa pemasarannya belum berjalan dengan baik.
2.7.8.      Faktor Administrasi
Tanpa pencatatan, dokumentasi, pengumpulan data, dan pengelompokan data administrasi yang baik, strategi, taktik, perencanaan, pengembangan, program-program, dan arah perushaan tidak akan berjalan dengan baik karena dilakukan berdasarkan felling atau perasaan saja. Ini akan berbahaya dan menjadi penghalang kesuksesan wirausaha.
2.7.9.      Faktor Peraturan Pemerintah, Politik, Sosial, dan Budaya Lokal
Faktor peraturan pemerintah, ekonomi, politik dan sosial budaya adalah faktor keberhasilan wirausaha yang sangat besar. Hal ini disebabkan karena wirausaha membutuhkan hal-hal berikut ini :
2.7.10.  Peraturan pemerintah dan peraturan daerah seperti pajak, retribusi danpendapatan daerah.
2.7.10.1.  Legalitas dan perizinan.
2.7.10.2.  Situasi ekonomi dan politik.
2.7.10.3.  Perkembangan budaya lokal yang harus diikuti.
2.7.10.4.  Lingkungan sosial yang berbeda di setiap daerah.
2.7.11.  Catatan Bisnis
Banyak usaha yang sulit dan tidak bisa berkembang hanya karena kita tidak tahu sejauh mana bisnis kita berkembang dan berjalan. Catatan usaha atau bisnis akan membuat seorang pengusaha tahu sejauh mana ia telah menjalankan usaha, sampai di mana, mengapa sampai, dan apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi. Contoh catatan bisnis yaitu :
2.7.11.1.  Keuangan : neraca, laporan laba rugi, dan laporan perubahan modal.
2.7.11.2.  SDM dan personalia : jenis posisi dan bagian, jumlah karyawan, golongan profil dan tingkat produktivitas.
2.7.11.3.  Pemasaran : omzet, kontribusi produk, pasar, area, wilayah, konsumen, lokasi, pembelian dan penjualan.
2.7.11.4.  Produksi: stok, jumlah produksi, posisi produksi, dan kualitas.
Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003:44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya :
2.7.12.  Tidak kompeten dalam manajerial
Tidak kompeten atautidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan factor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
2.7.13.  Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan
Mengkoordinasikan, ketrampilan mengelola SDM, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
2.7.14.  Kurang dapat mengendalikan keuangan
Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik factor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Yaitu mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat.
2.7.15.  Gagal dalam perencanaan
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.



2.7.16.  Lokasi yang kurang memadai
Lokasi usaha yang strategis merupakan factor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakiatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
2.7.17.  Kurangnya pengawasan peralatan
Pengawasan erat hubungannya dengan efisiensi dan efektifitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan efektif.
2.7.18.  Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati,kemungkinan gagal menjadi besar.
2.7.19.  Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melaksanakan perubahan,tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.



                                                                          III. KESIMPULAN

3.1. Kesimpulan

3.1.1.      kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif yang membangun suatu value dari yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati oleh orang banyak. Selain itu kewirausahaan adalah suatu kemampuan kreatif dan inovatif dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda yang dijadikan dasar.
3.1.2.      Menurut Mc Graith & Mac Milan (2000), ada tujuh karakter dasar yang perlu dimiliki setiap calon wirausaha antara lain:
3.1.2.1.Action oriented
3.1.2.2.Berpikir simpel
3.1.2.3.Mereka selalu mencari peluang-peluang baru
3.1.2.4.Mengejar peluang dengan disiplin tinggi
3.1.2.5.Hanya mengambil peluang yang terbaik
3.1.2.6.Focus pada eksekusi
3.1.2.7.Memfokuskan energi setiap orang pada bisnis yang digeluti.
3.1.3.      Proses menjadi seorang wirausaha pemula antara lain:
3.1.3.1.Produk yang akan dijual
3.1.3.2.Modal usaha
3.1.3.3.Mitra bisnis yang dapat dipercaya
3.1.3.4.Tempat usaha
3.1.3.5.Laba dan rugi

DAFTAR PUSTAKA

Hendro.2011.Dasar-dasar Kewirausahaan. Jakarta : Penerbit Erlangga.
McGrath, R.G. & MacMillan. I.2000. The Entrepreneurial Mindset: strategies for Continuosly Creating Opportunity in An Age of Uncertainty. Boston: Harvard Business School Press.
Sri Sulastri, Atty.2008.Kewirausahaan: Karakteristik Wirausaha.Bandung: Grafindo Media Pratama
Suryana.2003.Kewirasuhaan: Pedoman Praktis, Kiat, dan Proses Menuju Sukses (Edisi Revisi).Jakarta: Salemba Empat




0 komentar:

Posting Komentar