KEWIRAUSAHAAN
Dosen Pengampuh : I Nyoman Budiono, M.M.
Oleh Kelompok I
Muhammad Shikri
Fitrah
R.H. Muh. Ridwan
JURUSAN
MANAJEMEN ZAKAT DAN WAKAF
FAKULTAS
EKONOMI DAN BISNIS
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI PAREPARE
TAHUN
2019
Daftar isi
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
1.2. Rumusan
Masalah
1.3. Tujuan
II. PEMBAHASAN
2.1. Sejarah Kewirausahaan
2.2. Alasan berwirausaha
2.3. Karakteristik Wirausaha
2.4. Kewirausahaan sebagai mata
pencaharian utama
2.5. Kewirausahaan sebagai usaha
sampingan
2.6. Proses Menjadi Seoraang Wirausaha
2.7. Faktor-faktor Penyebab Keberhasilan
dan Kegagalan Berwirausaha
III. KESIMPULAN
3.1. Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
I.
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Wirausaha merupakan
suatu proses atau cara untuk melakukan suatu usaha yang bertujuan untuk
mendapatkan hasil atau keuntungan yang diharapkan dengan cara memproduksi,
menjual atau menyewakan suatu produk barang atau jasa. Indonesia merupakan negara yang
sedang berkembang dalam bidang perekonomiannya. Pembangunan ekonomi negara
Indonesia di masa yang akan datang, sangatlah ditentukan dari peran yang
maksimal dari para wirausahawannya. Seorang wirausaha berperan secara internal maupun
eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat
ketergantungan orang lain, meningkatkan kepercayaan diri serta meningkatkan
daya beli pelakunya. Secara eksternal seorang wirausaha berperan dalam
menyediakan lapangan pekerjaan bagi para pencari kerja. Untuk itu, peran
seorang wirausaha sangat dibutuhkan sekali untuk membantu mengangkat
perekonomian Negara.
Dewasa ini banyak sekali perusahaan-perusahaan
asing yang beroperasi di Indonesia, sementara rakyat Indonesia sebagai
pekerja di perusahaa tersebut. Misalnya saja perusahaan Caltex dari Amerika
Serikat yang bergerak dibidang pengeboran minyak, perusahaan handphone seperti
Sony, Samsung, Siemen yang berasal dari Jepang, Korea Selatan dan Perancis,
perusahaan motor seperti Honda yang berasal dari Jepang, serta
perusahaaan-perusahaan asing lainnya. Dengan berdirinya perusahaan-perusahaan
asing di Indonesia membuat rakyat Indonesia sendiri mengalami kerugian dimana
rakyat Indonesia tidak dapat menikmati hasil alam dengan sepenuhnya dan tidak
bisa mengelola hasil alam alam dengan mandiri. Hal ini membuktikan bahwa rakyat
Indonesia masih belum mampu menjadi seorang wirausaha dan membantu membangun
negeri.
Namun tidaklah mudah menjadi
seorang wirausaha yang sukses gemilang. Banyak sekali tantangan dan rintangan
yang harus dihadapi oleh seorang wirausaha, terlebih lagi untuk seorang
wirausaha pemula. Para wirausahawan harus memiliki banyak ide dan berani
berkreasi agar produk yang dihasilkan bisa terjual maksimal.
1.2.
Rumusan Masalah
1.2.1. Bagaimanakah sejarah, inti dan hakikat
dari kewirausahawan ?
1.2.2. Apa alasan berwirausaha ?
1.2.3. Bagaimana
karakteristik wirausaha ?
1.2.4. Apa yang menjadikan kewirausahaan sebagai
mata pencaharian utama ?
1.2.5. Apa alasan Kewirausahaan sebagai kegiatan
sampingan ?
1.2.6. Bagaimana proses
menjadi seorang wirausaha ?
1.2.7. Apa saja faktor penyebab
keberhasilan dan kegagalan berwirausaha ?
1.3.
Tujuan
1.3.1.
Mengetahui sejarah, inti, serta pengertian hakikat dari
kewirausahawan
1.3.2.
Mengetahui alasan berwirausaha
1.3.3.
Mengetahui karakteristik wirausaha
1.3.4.
Kewirausahaan sebagai mata pencaharian utama
1.3.5.
Kewirausahaan sebagai kegiatan sampingan
1.3.6.
Mengetahui proses menjadi seorang wirausaha
1.3.7.
Mengetahui faktor penyebab keberhasilan dan kegagalan
berwirausaha
II. PEMBAHASAN
2.1.
Sejarah Kewirausahaan
Wirausaha secara
historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun
1755. Di luar negeri, istilah kewirausahaan telah dikenal sejak abad 16,
sedangkan di Indonesia baru dikenal pada akhir abad 20. Beberapa istilah
wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan
unternehmer.
Pendidikan
kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa,
Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan
kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500
sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia,
kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan
tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya
krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun
pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi
berkembang.
2.1.1. Inti Dan Hakikat Kewirausahaan
Kewirausahaan
(Entrepreneurship) atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi,
mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa
ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil
akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada
kondisi risiko atau ketidakpastian. Kewirausahaan memiliki arti yang
berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat
dan penekanannya. Richard Cantillon (1775), misalnya, mendefinisikan
kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment).
Seorang wirausahawan
membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan
datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada
bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para
ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup
indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey
Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk
menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk
atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum
diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan
untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Orang yang melakukan
kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda
dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi
dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai
manusia unggul.
2.1.2.
Arti penting kewirausahaan
Mengapa
kewirausahaan itu penting bagi setiap seseorang ?
Hidup di
dunia dihadapkan pada permasalahan pemenuhan kebutuhan baik itu kebutuhan
sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, maupun rekreasi dan lain – lain.
Dalam memenuhi kebutuhannya manusia harus memiliki uang. Uang diperoleh ketika
seseorang melakukan kerja, baik bekerja pada usaha milik orang lain ataupun
bekerja pada usaha miliknya sendiri. Bekerja pada usaha milik orang lain
disebut dengan karyawan atau pegawai sedangkan bekerja pada usaha milik sendiri
disebut dengan wirausaha.
Beberapa
realita yang menunjukkan pentingnya kewirausahaan bagi setiap orang adalah
sebagai berikut:
2.1.2.1.Seseorang
yang bercita-cita menjadi karyawan tetapi kenyataannya tidak mendapatkan pekerjaan,
dengan sangat terpaksa harus melakukan kegiatan wirausaha guna memenuhi
kebutuhan.
2.1.2.2.Karyawan
yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) ketika ekonomi sedang sulit dan
tidak lagi mendapatkan pekerjaan, tentu harus melakukan kegiatan wirausaha untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya.
2.1.2.3.Ada
kecenderungan dari karyawan yang telah pensiun akan melakukan kegiatan
wirausaha untuk mengisi sisa hidupnya sekaligus memperoleh penghasilan.
Dari uraian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan
wirausaha menjadi penting bagi setiap orang. Pengetahuan kewirausahaan harus
dimiliki oleh setiap orang, baik dia bekerja sebagai karyawan apalagi yang
menjadikan wirausaha sebagai pilihan hidupnya.
2.1.3.
Pengertian
Kewirausahaan
Menurut
Peggy A. Lambing & Charles R. Kuehl dalam buku Entrepreneurship (1999),
kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif yang membangun suatu value dari
yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati oleh orang banyak. Ada enam hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut (
Suryana,2003 : 13) :
2.1.3.1.Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam
perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat,
kiat, proses, dan hasil bisnis (Ahad Sanusi,1994).
2.1.3.2.Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan
sesuatu yang baru dan berbeda ( Drucker,1959).
2.1.3.3.Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas
dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki
kehidupan (Zimmerer,1996).
2.1.3.4.Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk
memulai suatu usaha dan mengembangkan usaha ( Soeharto Prawiro,1997).
2.1.3.5.Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan
sesuatu yang baru dan sesuatu yang berbeda yang bermanfaat member nilai lebih.
2.1.3.6.Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah
dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda
untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan
cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara
baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang
sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan baru kepada
konsumen.
2.1.4. Peranan Kewirausahaan
Peranan wirausaha
sangat penting dan menentukan masa depan bangsa dan negara. Secara umum,
wirausaha sangat diperlukan untuk memperkuat perekonomian Indonesia. Seorang
wirausaha berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha
berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain,
meningkatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara
eksternal, seorang wirausaha berperan dalam menyediakan lapangan kerja bagi
para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja oleh kesempatan kerja yang
disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat pengangguran secara nasional menjadi
berkurang.
Menurunnya tingkat
pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan perkapita dan daya beli
masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Selain itu, berdampak
pula terhadap menurunnya tingkat kriminalitas yang biasanya ditimbulkan oleh karena tingginya
pengangguran.
2.1.4.1.Peranan dari wirausaha antara lain sebagai berikut:
2.1.4.1.1. Sebagai salah satu jalan keluar untuk memecahkan
masalah ketenagakerjaan (mengurangi pengangguran).
2.1.4.1.2. Turut membangun perekonomian nasional dengan tidak
membebani pemerintah dan masyarakat.
2.1.4.1.3. Meningkatkan pendapatan masyarakat.
2.1.4.1.4. Meningkatkan produktivitas faktor-faktor produksi.
2.1.4.1.5. Wirausaha berusaha memajukan perekonomian bangsa dan
negara.
2.1.4.1.6. Wirausaha berusaha memperkecil sifat ketergantungan
terhadap bantuan luar negeri.
2.1.4.1.7. Wirausaha berusaha memenuhi segala macam kebutuhan
masyarakat terhadap produk dan adanya jasa.
2.1.4.1.8. Menciptakan lapangan kerja
2.1.4.1.9. Mengurangi pengangguran
2.1.4.1.10. Meningkatkan pendapatan masyarakat
2.1.4.1.11. Mengombinasikan faktor–faktor produksi (alam, tenaga
kerja, modal dan keahlian)
2.1.4.1.12. Meningkatkan produktivitas nasional
2.2.
Alasan berwirausaha
2.2.1.
Meiliki kebebasan dan kemandirian
Kebanyakan orang yang memilih profesi sebagai
wirausaha, ketika kita hanya meilih profesi sebagai wirausaha, ketika kita
tanya alasan memilih menjadi seorang wirausaha daripada karyawan/pegawai maka
jawaban yang adalah karena ingin mendapatkan kebebasan dan tidak ingin terikat
oleh aturan-aturan ataupun perintah dari atasan.
2.2.2.
Potensi pendapatan yang tidak terbatas
Dengan
penghasilan yang dibatasi bila menjadi seorang karyawan/pegawai, akan tetapi ia
memiliki keinginan untuk mendapatkan penghasilan yang sebesar-besarnya dan
keinginan tersebut hanya bisa dicapai dengan jalan melakukan kegiatan
wirausaha.
2.2.3.
Dapat menciptakan lapangan kerja
Ada orang berfikir dengan mencari pekerjaan sebagai
pegawai atau karyawan untuk memenuhi kebutuhannya dan ada juga orang yang
berfikir bagaiamana caranya agar menciptakan lapangan kerja bagi orang disekitarnya.
Alasan menciptakan lapangan kerja yakni dapat mendorong seseorang lebih memilih
berwirausaha daripada bekerja sebagai pegawai.
2.2.4.
Keadaan terdesak
Pilihan dalam menghasilkan uang untuk memenhi
kebutuhan hidup cuman ada dua yaitu bekerja sebagai pegawai/karyawan atau
bekerja pada usaha miliknya sendiri atau yang disebut dengan wirausaha. Orang yang
bekerja sebagai pegawai atau karyawan lambat laun tentu akan mengalami masalah
financial dimana memiliki banyak kebutuhan tetapi tidak memiliki sumber
penghasilan. Pada akhirnya wirausaha adalah alternatif terakhir yang mau
ataupun tidak mau harus dilakukan dalam rangka mendapatkan uang untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya.
2.2.5.
Memiliki waktu luang
Pada sebagian orang yang memilih berwirausaha,
keleluasan waktu menjadi salah satu alasan disamping alasan lainnya.
2.3.
Karakteristik Wirausaha
Menurut Mc Graith
& Mac Milan (2000), ada tujuh karakter dasar yang perlu dimiliki setiap
calon wirausaha. Ketujuh karakter tersebut adalah sebagai berikut.
2.3.1. Action Oriented.
Seorang
entrepreneur selalu ingin segera bertindak, sekalipun situasinya tidak pasti
(uncertain). Prinsip yang mereka anut adalah see and do. Bagi mereka, resiko
bukanlah untuk dihindari, melainkan untuk dihadapi dan ditaklukkan dengan
tindakan dan kelihaian.
2.3.2. Berpikir simpel.
Sekalipun
dunia telah berubah menjadi sangat kompleks, mereka selalu belajar
menyederhanakannya. Dan sekalipun berilmu tinggi, mereka bukanlah manusia
teknis yang ribet dan menghendaki pekerjaan yang kompleks. Mereka melihat
persoalan dengan jernih dan menyelesaikan masalah satu demi satu secara
bertahap.
2.3.3. Mereka selalu mencari
peluang-peluang baru.
Apakah
itu peluang usaha yang benar-benar baru, atau peluang dari usaha yang sama.
Untuk usaha-usaha yang baru, mereka selalu mau belajar yang baru, membentuk
jaringan dari bawah dan menambah landscape atau scope usahanya. Sedangkan dalam
usaha yang sama, mereka selalu tekun mencari alternatif-alternatif baru,
seperti model, desain, platform, bahan baku, energi,
kemasan, dan struktur biaya produksi. Mereka meraih keuntungan bukan hanya dari
bisnis atau produk baru, melainkan juga dengan cara-cara baru.
2.3.4. Mengejar peluang dengan disiplin tinggi.
Seorang
wirausaha bukan hanya awas, memiliki mata yang tajam dalam melihat peluang,
atau memiliki penciuman yang kuat terhadap keberadaan peluang itu, tetapi
mereka bergerak ke arah itu. Peluang bukan hanya dicari, diciptakan, dibuka, dan
diperjelas. Karena wirausaha melakukan investasi dsn menanggung resiko, maka
seorang wirausaha harus memiliki disiplin yang tinggi. Wirausah-wirausaha yang
sukses bukanlah pemalas atau penunda pekerjaan. Mereka ingin pekerjaannya
beres, dan apa yang
dipikirkan dapat dikerjakan segera.
Mereka
bertarung dengan waktu karena peluang selslu berhubungan dengan waktu. Apa yang
menjadi peluang pada suatu waktu, belum tentu masih menjadi peluang di lain
waktu. Sekali kesempatan itu hilang, belum tentu akan kembali lagi. Setiap
gagasan brilliant dan inovasi biasanya harus dibangun dari bawah dan disusun
seluruh mata rantai nilainya (value chain).
2.3.5. Hanya mengambil peluang yang
terbaik.
Cara
penilaian peluang tersebut ada pada nilai-nilai ekonomis yang terkandung didalamnya, masa
depan yang lebih cerah, kemampuan menunjukkan prestasi, dan perubahan yang
dihasilkan. Semua itu biasanya dikaitkan dengan "rasa suka" terhadap
objek usaha atau kepercayaan bahwa dia "mampu" merealisasikannya.
Pada akhirnya, sukses yang diraih setiap orang ditentukan oleh keberhasilan
orang itu dalam memilih.
2.3.6. Fokus pada eksekusi.
Wirausaha
bukanlah orang yang bergulat dengan pikiran, merenung atau menguji hipotesis,
melainkan orang yang fokus pada eksekusi. Mereka tidak mau berhenti pada
eksploitasi pikiran atau berputar-putar dalam pikiran penuh keraguan.
"Manusia dengan entrepreneur mindset mengeksekusi, yaitu melakukan
tindakan dan merealisasikan yang dipikirkan daripada menganalisa ide-ide baru
sampai mati" (McGraith dan Mac Millan,2000,hlm.3). Mereka juga adaptif 13 terhadap situadi, yaitu mudah menyesuaikan diri dengan
fakta-fakta baru atau kesulitan di lapangan.
2.3.7. Memfokuskan energi setiap orang pada bisnis yang digeluti.
Seorang
wirausaha tidak bekerja sendirian. Dia menggunakan tangan dan pikiran setiap
orang, baik dari dalam maupun luar perusahaannya. Mereka membangun jaringan
daripada melakukan impiannya sendiri. Ibarat seorang orkestraktor atu dirigen
musik, dia mengumpulkan pemusik-pemusik yang ahli dalam memainkan
instrumen-instrumen yang berbeda-beda untuk menghasilkan nada-nada musik yang
disukai penonton. Untuk itu, dia harus memiliki kemampuan mengumpulkan orang,
membangun jaringan, memimpin, menyatukan gerak, memotivasi, dan berkomunikasi.
2.3.8. Melibatkan sang khalik (Pencipta) dalam setiap
langkahnya.
Segala
sesuatu di dunia ini terjadi atas kehendak sang khalik, untuk itu sikap
berserah diri kepada-Nya setelah melakukan segala upaya dapat menjadikan
kendali dan petunjuk terhadap segala ambisi dalam mengembangkan usaha.
2.4.
Kewirausahaan sebagai mata
pencaharian utama
Strategi
dalam menjalankan kegiatan wirausaha sebagai sumber utama mata pencaharian
antara lain: fokus, memliki wawasan yang jauh kedepan, melakukan proteksi atas
segala resiko yang mungkin timbul, serta bergabung dalam komunitas bisnis.
2.4.1. Fokus
Seorang wirausaha yang benar-benar
menjadikan bisnisnya sebagai sumber mata pencaharian utama maka harus fokus
pada usaha yang dijalaninya. Kegiatan wirausaha harus mendapatkan perhatian yang
serius dan tidak boleh dianggap sepele.
2.4.2. Memiliki
wawasan yang jauh kedepan
Pandangan yang jauh kedepan dan
melihat seperti apa kedepannya usaha yang dilakukan saat ini dapat menjadi
inspirasi keberhasilan.
2.4.3. Melakukan
proteksi atas resiko-resiko
Setiap usaha yang dijalankan pasti
memiliki resiko-resiko yang mungkin saja timbul. Resiko-resiko tersebut wajib
diidentifikasi dan dilakukan proteksi. Beberapa resiko yang mungkin timbul
antara lain adalah resiko kesalahan administratif, resiko pencurian, resiko kebakaran,
musibah bencana alam dan lain-lain.
2.4.4. Bergabung
dalam komunitas bisnis
Bergabung dalam komunitas bisnis
usaha yang dijalani memberikan banyak manfaat antara lain memperoleh pengalaman
dari wirausaha lainnya, berpeluang terjalin kerjasama antara sesama wirausaha,
kesempatan mengetahui perkembangan teknologi terkait usaha yang dijalaninya,
dan lain-lain.
2.5.
Kewirausahaan sebagai usaha
sampingan
Beberapa strategi dalam menjalankan usaha
sampingan agar sukses diantaranya adalah pandai mengatur waktu, harus memiliki
semangat dalam menjalankan usahanya, dapat memberikan delegasi wewenang pada
orang yang tepat serta bergabung dalam komunitas bisnis.
2.5.1.
Pandai mengatur waktu untuk memantau
bisnis sampingan
Bagi seorang karyawan yang bekerja mulai
dari hari senin sampai jum’at dapat mengatur waktunya untuk menjalankan bisnis
sampingannya di hari sabtu atau minggu.
2.5.2.
Memiliki semangat dalam menjalankan usaha
sampingan
Bisnis sampingan banyak yang tutup dan
mati dikarenakan usaha tersebut dilaksanakan setengah-setengah.
2.5.3.
Dapat memberikan delegasi wewenang kepada
orang yang bisa dipercaya
Delegasi wewenang atau pelimpahan sebagian
atau keseluruhan wewenang perlu dilakukan untuk mempercepat proses pengambilan
keputusan.
2.5.4.
Bergabung dalam komunitas bisnis
Bergabung dalam komunitas bisnis dapat
memberikan kita banyak informasi mengenai bisnis yang sedang dijalanai serta
membentuk jaringan bisnis yang saling menguntungkan sesama anggota komunitas.
2.6.
Proses Menjadi Seoraang Wirausaha
Menurut Srie Sulastri (2008) pengembangan
kewirausahaan di awali dari proses sebagai berikut :
2.6.1.
Proses Inovasi
Faktor yang mendorong terjadinya inovasi,yaitu keinginan
berprestasi, adanya sifat penasaran, keinginan menanggung resiko, dan
pengalaman
2.6.2.
Proses Pemicu
Faktor yang mendorong seseorang terjun ke dunia bisnis
yaitu adanya ketidakpuasan terhadap pekerjaan yang ada, terjadinya pemutusan
hubungan kerja,keberanian menanggung resiko, dan komitmen yang tinggi terhadap
bisnis
2.6.2.1.Proses Pelaksanaan
Faktor yang mendorong pelaksanaan dari sebuah bisnis
yaitu kesiapan mental wirausaha secara total, adanya manager sebagai pelaksana
kegiatan, dan adanya visi jauh kedepan untuk mencapai keberhasilan.
2.6.2.2.Proses Pertumbuhan
Proses pertumbuhan didorong faktor organisasi, yaitu adanya tim yang kompak dalam
menjalankan usaha, adanya strategi yang mantap, adanya struktur dan budaya organisasi
yang baik dan adanya produk yang menjadi unggulan.
Memulai sebuah usaha sendiri
untuk sebagian orang memang tidaklah mudah. Banyak sekali para wirausaha pemula
yang mengalami banyak kegagalan dan kerugian pada usaha pertamanya, namun
janganlah takut akan kegagalan ketika baru saja memulai usaha. Yang terpenting dalam memulai usaha adalah
rasa percaya diri dan teruslah untuk bermimpi. Menjadi seorang
wirausaha tidak semudah membalikkan telapak tangan, banyak hal-hal yang harus
dipikirkan terlebih dahulu agar usaha yang dijalankan sesuai dengan apa yang
diharapkan. Hal-hal yang harus dipikirkan sebagai seorang wirausaha pemula
adalah:
2.6.2.3.Produk yang akan
dijual
Seorang wirausaha pemula harus
tau dan mengerti kemampuan atau skill yang dimiliki, sebelum memulai usahanya
wirausahawan harus menggali terlebih dahulu kemampuan yang ada dalam diri
mereka, sehingga ketika akan memulai suatu usaha mereka mampu membuat suatu
produk yang sesuai dengan kemampuan dan kreativitasnya masing-masing. Hal yang
perlu diingat pula adalah apakah produk yang akan dijual sesuai dengan keadaan
lingkungan dan minat para konsumen.
2.6.2.4.Modal usaha
Bagi seorang wirausaha pemula,
dibutuhkan modal yang berupa uang dimana modal tersebut cukup untuk memulai
usahanya. Modal dapat diperoleh dari hasil tabungan yang dimiliki, berinvestasi
atau meminjam modal dari bank atau keluarga. Akan tetapi modal yang dikeluarkan
janganlah terlalu besar karena belum tentu usaha yang dijalankan akan sesuai
dengan apa yang diharapkan.
2.6.2.5.Mitra bisnis yang dapat
dipercaya
Mitra bisnis sangat diperlukan
bagi seorang pemula apabila masih pertama kali memulai usaha. Mitra bisnis
haruslah yang dapat dipercaya dan dapat membimbing untuk membantu konsultasi
dan membantu memasarkan produk yang akan dijual. Kesimpulannya, mitra bisnis
akan membantu memasarkan produk dan mengetahui diterima atau tidaknya produk
yang dihasilkan.
2.6.2.6.Tempat usaha
Setelah produk, modal dan mitra
bisnis sudah tercapai para pemula harus mengetahui dimana produk tersebut akan dipasarkan.
Mencari tempat yang strstegis dimana konsumen dapat dengan mudah menemukan
produk tersebut. Misalnya, dirumah apabila rumah tersebut berada didekat jalan
raya, atau dapat menyewa toko yang terletak di keramaian kota atau bisa juga
dengan menjual online atau Online Shop.
2.6.2.7.Laba dan rugi
Apabila kegiatan 1 sampai 4
terpenuhi, sekarang bagaimana para pemula mengatur strategi bagaimana mencari
laba agar produk bisa laku terjual. Hal pertama yang bisa dilakukan bagi
seorang pemula ialah menjual produk dengan harga murah yaitu menjual produk
diatas bahan baku produk tetapi tidak terlalu mahal. Apabila banyak peminatnya,
maka harga produk bisa dinaikkan secara signifikan dan meningkatkan kualitas
barang dengan sedikit memberi polesan pada produk tersebut.
Setelah mengetahui hal-hal yang
harus diperhatikan untuk memulai sebuah usaha, hendaknya seorang wirausaha
pemula memiliki kunci sukses untuk menjadi seorang wirausahawan yang sukses.
Kiat-kiat yang harus dilakukan antara lain:
2.6.2.8.Semangat dan kerja
keras
Dalam berwirausaha, semangat dan kerja keras adalah hal penting yang harus dimiliki
setiap pemula untuk membangun dan mengembangkan sebuah usaha. Salah satu
penyebab kegagalan usaha adalah tidak terpeliharanya semangat dan kerjakeras
untuk memajukan usaha. Sehingga, pada saat timbul masalah seperti planning
yang tidak sesuai dengan harapan maka akan timbul keputusasaan.
2.6.2.9.Memiliki rasa kepercayaan diri
yang tinggi
Banyak orang yang secara ilmu pengetahuan kurang pandai
namun mereka sukses dalam berwirausaha karena mereka memiliki rasa percaya diri
yang tinggi untuk maju dan sukses, sehingga persoalan apapun bisa dihadapi
dengan rasa percaya diri. Kepercayaan diri adalah modal penting dalam
memajukan usaha. Jika pemilik usaha tidak percaya diri dengan usaha yang mereka
jalani maka klien atau calon konsumen pun tidak akan percaya dengan bisnis yang
Anda jalankan.
2.6.2.10. Berfikir kreatif juga inovatif
Untuk memajukan sebuah usaha, pelaku bisnis membutuhkan
adanya inovasi, untuk itu berfikir kreatif untuk memajukan usaha sangatlah diperlukan agar para
konsumen tidak bosan untuk membeli produk tersebut.
2.6.2.11. Berani mengambil
resiko
Setiap usaha atau bisnis selalu
memiliki resiko yaitu rugi. Untuk bisa maju dalam berwirausaha maka sebagai pelaku
bisnis harus berani mengambil resiko. Besar kecilnya resiko yang dihadapi
tergantung pada besar kecilnya usaha yang dijalankan. Resiko yang diambil tentu saja bukan tanpa alasan tetapi
harus dengan pemikiran yang matang dengan berbagai alasan serta pertimbangan
yang jelas.
2.6.2.12. Memiliki kepribadian yang jujur
Menjadi seorang wirausah haruslah
memiliki sifat kejujuran dimana para konsumen akan terus mempercayai produk
yang dijual. Sifat jujur sangat penting dalam proses berwirausaha unuk
terciptanya proses wirausaha yang baik dan semakin meningkat kemajuannya.
2.7.
Faktor-faktor Penyebab Keberhasilan
dan Kegagalan Berwirausaha
Menurut Hendro ( 2011 : 47-50 ) ada beberapa
faktor yang menyebabkan wirausaha berhasil adalah :
2.7.1.
Faktor Peluang
Peluang merupakan faktor
penentu keberhasilan wirausaha yang pertama. Ada banyak peluang emas,
tetapi belum tentu cocok dengan kita, karena peluang emas itu harus ada
keselarasan, keserasian dan keharmonisan antara pribadi pengusaha, bisnis,
pasar, kondisi, situasi, dan perilaku pasar sehingga kita dapat menentukan
peluang emas yang cocok dengan diri kita sendiri.
2.7.2.
Faktor SDM
2.7.3. Faktor Keuangan
Hindari berpikir
bahwa bisnis tanpa keuangan/ arus kas yang lancar itu bisa berhasil. Arus kas
itu bagaikan alirand arah dalam tubuh manusia. Bila arus kas tidak mengalir
maka bisnis akan berhenti dan mati. Jadi, faktor keuangan adalah salah satu faktor keberhasilan wirausaha.
Contohnya :
2.7.3.1. Pengendalian biaya dan anggaran.
2.7.3.2. Pencairan dana modal kerja, dana investasi, dan dana
lainnya.
2.7.3.3. Perencanaan dan penetapan harga produk, perincian
biaya, dan laba rugi.
2.7.3.4. Perhitungan rasio keuangan sehingga rasio keuangan bisa
dikendalikan dengan baik, seperti rasio kecukupan modal, rasio likuiditas dan
rasio hutang vs modal.
2.7.3.5. Struktur biaya seperti margin (batas) kontribusi, laba
berbanding penjualan, dan biaya berbanding penjualan.
2.7.4. Faktor Organisasional
Organisasi usaha sebainya
tidak statis, tetapi dinamis, kreatif, dan berwawasan ke depan. Organisasi
sangat penting untuk seorang pengusaha dan juga karyawannya. Organisasi akan
menentukan dan menjadi faktor keberhasilan usaha jika :
2.7.4.1.Ada jalur komunikasi yang jelas antara karyawan dengan
atasan.
2.7.4.2.Sistem pertanggungjawabannya jelas.
2.7.4.3.Deskripsi pekerjaannya jelas.
2.7.4.4.Hubungan yang tegas antarkaryawan
2.7.4.5.Karyawan mengetahui tugasnya masing-masing.
2.7.4.6.Ada keteraturan dalam bekerja.
2.7.5. Faktor Perencanaan
Bekerja tanpa rencana
berarti berjalan tanpa tujuan yang jelas. Jadi, dapat dipastikan bahwa rencana
adalah faktor kesuksesan usaha. Contohnya :
2.7.5.1.Perencanaan visi, misi, strategi jangkan pendek, dan
strategi jangka panjang.
2.7.5.2.Perencanaan operasional dan program-program pemasaran.
2.7.5.3.Perencanaan produk.
2.7.5.4.Perencanaan informasi teknologi.
2.7.5.5.Perencanaan pendistribusian produk.
2.7.5.6.Perencanaan jumlah produk yang akan dijual.
2.7.6. Faktor Pengelolaan usaha
Pentingnya
pengelolaan usaha adalah sebagai berikut :
2.7.6.1.Menyusun organisasi
2.7.6.2.Mengelola sumber daya alam
2.7.6.3.Mengelola asset
2.7.6.4.Membuat jadwal usaha dan kegiatan
2.7.6.5.Menetapkan jumlah tenaga kerja
2.7.6.6.Mengatur distribusi barang
2.7.6.7.Mengendalikan persediaan barang
2.7.6.8.Mengendalikan mutu produk
2.7.7. Faktor Pemasaran dan Penjualan
Pemasaran dan penjualan adalah lokomotif bagi divisi atau
bagian lainnya seperti keuangan, personalia, produksi, distribusi, logistik,
dan pembelian. Faktor pemasaran dan penjualan sangat penting bagi kelancaran
usaha. Banyak usaha yang gagal karena hanya mementingkan bagiannya saja dan
lupa bahwa pemasarannya belum berjalan dengan baik.
2.7.8. Faktor Administrasi
Tanpa pencatatan, dokumentasi, pengumpulan data, dan
pengelompokan data administrasi yang baik, strategi, taktik, perencanaan,
pengembangan, program-program, dan arah perushaan tidak akan berjalan dengan
baik karena dilakukan berdasarkan felling atau perasaan saja. Ini akan
berbahaya dan menjadi penghalang kesuksesan wirausaha.
2.7.9. Faktor Peraturan Pemerintah, Politik, Sosial,
dan Budaya Lokal
Faktor peraturan
pemerintah, ekonomi, politik dan sosial budaya adalah faktor keberhasilan wirausaha
yang sangat besar. Hal ini disebabkan karena wirausaha membutuhkan hal-hal
berikut ini :
2.7.10. Peraturan
pemerintah dan peraturan daerah seperti pajak, retribusi danpendapatan daerah.
2.7.10.1. Legalitas dan perizinan.
2.7.10.2. Situasi ekonomi dan politik.
2.7.10.3. Perkembangan budaya lokal yang harus diikuti.
2.7.10.4. Lingkungan sosial yang berbeda di setiap daerah.
2.7.11. Catatan Bisnis
Banyak usaha yang
sulit dan tidak bisa berkembang hanya karena kita tidak tahu sejauh mana bisnis
kita berkembang dan berjalan. Catatan usaha atau bisnis akan membuat seorang
pengusaha tahu sejauh mana ia telah menjalankan usaha, sampai di mana, mengapa
sampai, dan apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi. Contoh catatan bisnis
yaitu :
2.7.11.1. Keuangan : neraca, laporan laba rugi, dan laporan
perubahan modal.
2.7.11.2. SDM dan personalia : jenis posisi dan bagian, jumlah
karyawan, golongan profil dan tingkat produktivitas.
2.7.11.3. Pemasaran : omzet, kontribusi produk, pasar, area,
wilayah, konsumen, lokasi, pembelian dan penjualan.
2.7.11.4. Produksi: stok, jumlah produksi, posisi produksi, dan
kualitas.
Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003:44-45)
ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usahanya
:
2.7.12. Tidak kompeten dalam manajerial
Tidak kompeten atautidak memiliki kemampuan dan
pengetahuan mengelola usaha merupakan factor penyebab utama yang membuat
perusahaan kurang berhasil.
2.7.13. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan
Mengkoordinasikan, ketrampilan mengelola SDM, maupun
kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
2.7.14. Kurang dapat mengendalikan keuangan
Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik factor yang
paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Yaitu mengatur
pengeluaran dan penerimaan secara cermat.
2.7.15. Gagal dalam perencanaan
Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan,
sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
2.7.16.
Lokasi yang kurang memadai
Lokasi usaha yang strategis merupakan factor yang
menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakiatkan
perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
2.7.17.
Kurangnya pengawasan peralatan
Pengawasan erat hubungannya dengan efisiensi dan
efektifitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan
efektif.
2.7.18.
Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha
Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan
mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap
setengah hati,kemungkinan gagal menjadi besar.
2.7.19.
Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melaksanakan
perubahan,tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam
berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu
membuat peralihan setiap waktu.
III. KESIMPULAN
3.1. Kesimpulan
3.1.1. kewirausahaan adalah suatu usaha yang kreatif yang
membangun suatu value dari yang belum ada menjadi ada dan bisa dinikmati
oleh orang banyak. Selain itu kewirausahaan adalah suatu kemampuan kreatif dan inovatif dalam menciptakan
sesuatu yang baru dan berbeda yang dijadikan dasar.
3.1.2. Menurut Mc Graith
& Mac Milan (2000), ada tujuh karakter dasar yang perlu dimiliki setiap
calon wirausaha antara lain:
3.1.2.1.Action oriented
3.1.2.2.Berpikir simpel
3.1.2.3.Mereka selalu mencari
peluang-peluang baru
3.1.2.4.Mengejar peluang
dengan disiplin tinggi
3.1.2.5.Hanya mengambil
peluang yang terbaik
3.1.2.6.Focus pada eksekusi
3.1.2.7.Memfokuskan energi setiap orang
pada bisnis yang digeluti.
3.1.3. Proses menjadi
seorang wirausaha pemula antara lain:
3.1.3.1.Produk yang akan dijual
3.1.3.2.Modal usaha
3.1.3.3.Mitra bisnis yang dapat dipercaya
3.1.3.4.Tempat usaha
3.1.3.5.Laba dan rugi
DAFTAR PUSTAKA
Hendro.2011.Dasar-dasar Kewirausahaan.
Jakarta : Penerbit Erlangga.
McGrath, R.G. & MacMillan. I.2000. The Entrepreneurial Mindset: strategies for
Continuosly Creating Opportunity in An Age of Uncertainty. Boston: Harvard
Business School Press.
Sri Sulastri, Atty.2008.Kewirausahaan:
Karakteristik Wirausaha.Bandung: Grafindo Media Pratama
Suryana.2003.Kewirasuhaan: Pedoman Praktis, Kiat, dan
Proses Menuju Sukses (Edisi Revisi).Jakarta: Salemba Empat
